Aspek Profesional 3: Etika

Edisi 22, 28 Pebruari 2018

Dari ketiga aspek profesional: compliance, optimum dan etika, maka etika adalah yang paling abstrak dan sulit untuk dipenuhi.  Profesionalisme sebagai sebuah gerakan etis, memang tidak bisa didekati sepotong-sepotong.  Kebanyakan orang menggunakan istilah profesional bukan dengan pemahaman dan keberpihakan pada etika profesionalisme, lebih sebagai alat untuk menekan pihak lain ketika ada harapan yang tidak terpenuhi.  Ketika seorang tidak melakukan pekerjaan dengan baik, maka dibilang tidak profesional.  Ketika supplier tidak memberikan barang tepat pada waktunya disebut tidak profesional. (more…)

Continue Reading

Aspek Profesional (1): Standard Kepatuhan (Compliance)

Edisi 20, 14 Pebruari 2018

Untuk dapat disebut professional, seseorang pertama-tama harus memenuhi standard tertentu.  Standard tersebut bisa berupa pendidikan formal, misalnya lulusan S1 atapun lulus ujian tertentu.  Pemenuhan standard memang tidak berarti telah dicapainya level kualitas yang diharapkan,  ini hanya mengacu (kurang lebih) telah diperolehnya pengetahuan tertentu. (more…)

Continue Reading

Apa itu Profesional dan Profesioanlisme?

Edisi 19, 7 Pebruari 2018

Kata ‘profesional’ kadangkala diasosiasikan dengan ‘amatir’.  Ketika kita menggunakan kata tersebut di dunia olah raga maka atlet profesional adalah atlet yang beraktivitas untuk mendapatkan uang, sedangkan atlet amatir adalah mereka yang beraktivitas untuk mendapatkan medali dan mengharumkan nama negara yang dibawanya.  (more…)

Continue Reading
Close Menu