Rabu, 21 Pebruari 2018

Bila compliance lebih terkait dengan aspek formal dan legal dari suatu profesi.  Optimum lebih mengacu pada aspek semangat dan sikap yang selalu berusaha untuk mengembangkan diri (updating) dan memberikan hasil terbaik ketika kita tengah menjalankan profesi tersebut.

Dedikasi terhadap profesi salah satunya ditunjukan dengan selalu mengembangkan dirinya sehingga tidak hanya mengikuti pendidikan dan sertifikasi yang disyaratkan (compliance) tetapi juga berbagai updating pengetahuan dan pendidikan lain yang memungkinkan ia merepresentasikan diri secara baik sebagai profesional dalam bidang tersebut.

Selain pengembangan kompetensi, optimum juga terkait dengan memberikan hasil terbaik pada setiap interaksi profesinya.  Tidak dapat dipungkiri bahwa ketika seorang mulai menggelutinya profesinya maka kualitas kerjanya tentu masih standard.  Namun sikap optimumnya akan membawanya untuk selalu memberikan yang terbaik dari satu interaksi/transaksi ke interaksi yang lainnya dengan membangun kompetensi dan reputasinya lewat berbagai pengalaman tersebut.

Untuk menjadi optimum dalam profesinya seorang perlu memahami apa yang dibutuhkan untuk mencapai kinerja optimal dalam profesinya.  Kemampuan teknis tentu penting, namun tidak cukup.  Pada kebanyakan profesi, kemampuan untuk bekerja sama, customer oriented, sampai dengan pengenalan diri akan tingkat kemampuan, serta kekuatan dan kelemahannya akan ikut menentukan profesionalitasnya dalam berinteraksi/bertransaksi.

Tentunya kita juga perlu menjaga agar kita tidak under estimate terhadap kemampuan diri. Namun juga jangan over estimate sehingga kita over promise terhadap klien/customer.  Memberikan target lebih pada diri tetap diperlukan agar kita mempunyai upaya stretching yang wajar untuk menantang kita memberikan lebih dari apa yang selama ini telah mampu kita capai.

Karena tidak dapat memastikan terpenuhi janji kita ataupun terpenuhinya expectacy klien/customer maka sikap profesionalisme dalam mendekati kegagalan dan mispersepsi juga merupakan bagian dari upaya optimum kita dalam berinteraksi secara profesional.  Hal ini tidak akan sulit bila kedua belah pihak memahami dan menjalankan semangat dan etika profesional.

G. Suardhika

Soft Skills Trainer