Applicable mindset.  Datanglah ke klas sudah dengan mindset mencari hal yang bisa saya aplikasikan.  Dengan cara itu perhatian Anda menjadi tajam, pertanyaan Anda menjadi tajam.  Tidak perlu banyak hal yang bisa Anda aplikasikan, karena biasanya mengaplikasikan sedikit hal tetapi secara konsisten sudah akan membawa perubahan pada diri Anda dan organisasi.

Dengan mindset tersebut maka peserta bisa memilah sebagian besar pelatihan atas 2 kriteria saja: bisa langsung diaplikasikan atau belum bisa diaplikasikan saat ini.  Pada jenis yang terakhir, peserta bisa mencoba memahami syarat untuk dapat diaplikasikannya dan memikirkan apa yang bisa dilakukan untuk mengubah situasi yang ada sehingga memenuhi syarat pengaplikasiannya.

Pahami setting pengaplikasian dan caranya.  Kalau masih kurang jelas, minta trainer memberikan referensi yang bisa Anda pelajari.  Jangan lupa aplikasi tidak hanya berarti di tempat kerja, tetapi juga bagi kehidupan Anda sehari-hari.  Pada saat itulah manfaat dari sebuah pelatihan akan optimal.  Trainer hanya bisa menggiring bola sampai sepertiga atau seperempat lapangan, Anda yang akan membawa bola itu, melakukan sprint jarak jauh dan mencetak gol-nya.

Aktif.  Aktif tidak selalu berarti bertanya.  Aktif berada pada range antara memperhatikan dan bertanya dengan kritis.  Ini ciri pertanyaan yang ideal: pertanyaan yang kritis, aplicable dan bermanfaat buat kebanyakan peserta.  Hindari bertanya yang terlalu fokus pada teori atau pertanyaan yang umum (semua orang juga tahu jawabannya!).

Penanya pada level terakhir mungkin hanya sedikit lebih baik daripada partisipan yang tidak perhatian sama sekali.  Saya sebagai trainer sangat senang pada peserta yang kritis, karena pada saat itulah saya menjadi pelajar.  Menantang diri saya untuk menemukan jawaban yang tepat.

Aktif tidak berarti mencatat banyak.  Sebagai trainer saya sedih kalau ada orang yang banyak mencatat, tetapi tidak paham apa yang dicatat dan, saya khawatirnya, tidak dibaca juga setelah itu.  Mencatat untuk mendapatkan rasa tenang.  Lebih baik memahami daripada mencatat, karena Anda belum tentu punya kesempatan untuk membacanya lagi.  Catat saja hal-hal yang merupakan kesimpulan utama, merupakan referensi atau hal yang perlu Anda tindaklanjuti.

Rendah hati.  Rendah hati adalah syarat untuk optimal open mind.  Tetapi rendah hati bisa lebih luas dari itu.  Termasuk rendah hati ketika mendengar pertanyaan peserta lain yang ‘aneh’ dan ‘nggak penting’.  Rendah hati ketika berinteraksi dengan peserta dan trainer.  Rendah hati merupakan modal yang baik untuk mengoptimalkan networking Anda dengan peserta dan trainer.            Disiplin.  Datang tepat waktu.  Tidak mengambil banyak waktu ketika bertanya.  Tidak dominan ketika diskusi.  Disiplin menunjukan bahwa Anda seorang warga klas elite yang menghargai orang lain dan diri Anda.

G. Suardhika
Soft Skills Trainer
Competency Development Trainer