Saya nggak inget sejak kapan saya suka menulis.  Bila kesenangan membaca dan membeli buku (Tentunya lebih senang membelinya dari membaca…hehehe) sudah sejak SD, maka menulis agak sulit dilacak.  Tetapi bisa jadi sejak SMP.

               Paling tidak rasanya sudah mencoba berkali-kali dan gagal membuat catatan harian….Sudah juga mencoba berkali-kali dan gagal menulis artikel dan cerpen lalu dikirim ke media.  Salah satu yang ter-record adalah kiriman ke Majalah Mode yang saya simpan di album (…)

               Keinginan menulis buku sudah menjadi obsesi yang tumbuh sejak belasan tahun lalu.  Ketika kuliah, sudah ada self commitment untuk tidak ingin kerja kantoran terus-menerus karena ingin punya waktu untuk hal lain, dan yang terbayang adalah merintis usaha dan menulis.

               Dari kedua mimpi tersebut, ternyata menulis-lah yang kemudian keluar sebagai pemenangnya.  Tentunya setelah mencoba menjajaki beberapa jenis usaha.  Dari kesenangan ini lahir belasan ide buku, namun ternyata dari ide sampai realisasi it takes long…longer…longer time….  Paling tidak buat saya yang ternyata perfectionist ketika sampai pada menulis buku.

               Sejak sekitar lima tahun lalu, buku dalam Produktivitas Diri menjadi target perrtama yang ingin disiapkan, dan Insya Allah pada tahun ini rencana itu bisa ter-realisasi.  Sejak 5 tahun lalu, saya mendisiplinkan diri untuk menyerap berbagai macam konsep, ide, teori, kasus terkait topik tersebut dan mulai meng-konstruk my own concept dan model Produktivitas Diri.

               I would argue bahwa menyiapkan buku dalam format model bisa jadi termasuk yang paling sulit dari berbagai pendekatan penulisan buku dalam area pengembangan diri.  Kita bisa menulis dari pengalaman kita, kita bisa menulis dengan common sense saja, atau kita menulis kumpulan tulisan dari berbagai teori, tetapi menulis dalam format model….membutuhkan elaborasi lebih jauh.

               Dalam proses menulis, bisa jadi sebuah konstruk model dibuat, dan kita mulai menulisnya.  Lalu, ketika sebuah pemahaman baru tercapai, maka buyar kembali model tersebut dan…sebagian dari tulisan kita terasa outdated.

               Karenanya buku yang akan diluncurkan tahun ini, Insya Allah, justru direncanakan berupa buku ketiga dalam seri produktivitas diri.  Karena buku ini berangkat dari rangkaian tulisan blog yang sejak September 2015 telah dimuat di produktivitasdiri.co.id.

               Alhamdulillah kebiasaan membaca, mengkonsep, menulis, merancang buku sudah mulai terbentuk… tapi porsi waktunya itu lho yang baru sekitar 20 persen dari waktu bangun saya (maksudnya di luar waktu tidur). Rasanya masih jauh dari porsi ideal yang menunjukan seorang memang komit menjalankan profesinya sebagai Penulis.

               Namun kenikmatan untuk menemukan ide, mengembangkan ide dan menuangkannya dalam tulisan sudah membuat saya yakin bahwa inilah profesi utama saya.